Pendidikan dalam Merdeka Belajar merupakan pembelajaran yang dibebaskan dan mobilisasi pendidik. Pembelajaran Emansipasi berarti bahwa pendidik dan siswa memiliki kebebasan untuk berinovasi, dan kebebasan untuk belajar secara mandiri dan kreatif. Dalam emansipasi pembelajaran (MBKM), kegiatan pembelajaran yang meliputi penelitian, pertukaran mahasiswa, magang/praktik mengajar, kewirausahaan, studi proyek, pendampingan satuan pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat (KKN). Pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan bentuk pembelajaran kegiatan yang lebih terlihat dalam kehidupan masyarakat dan model pembelajaran hybrid sangat mungkin mempengaruhi siswa dalam hasil pembelajaran.
Pembelajaran online memiliki banyak efek pada siswa, termasuk kebingungan yang berkelanjutan, siswa menjadi pasif, kurang kreatif dan produktif, dan akumulasi informasi atau konsep pada siswa menjadi kurang bermanfaat.
Penelitian penerapan
pembelajaran hasil belajar siswa, diantaranya :
- Konsep Hybrid Learning adalah model yang memadukan interaksi dan partisipasi dari model pembelajaran tatap muka atau tradisional dengan inovasi dan kemajuan teknis dalam pembelajaran daring yang memanfaatkan teknologi saat ini untuk mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan virtual.
- Bentuk Program Merdeka Belajar (MBKM) yang juga dikenal dengan program "hak belajar tiga semester di luar program studi" adalah untuk lebih mempersiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa dengan meningkatkan hard dan soft skill mereka serta membuat mereka lebih relevan dan siap menghadapi tuntutan dunia modern.
- Kompetensi Literasi Digital (Digital Skill) didefinisikan kompetensi sebagai manifestasi dari suatu kemampuan tertentu secara keseluruhan, yaitu dialektika (fusi) antara pengetahuan dan kemampuan yang umumnya mengacu pada kemampuan untuk mengekspresikan, mempertahankan, mempertahankan, dan mengembangkan diri.
- Motivasi Belajar adalah konsep
yang kita gunakan ketika kita menggambarkan kekuatan yang bekerja pada atau di
dalam diri seseorang untuk memulai dan mengarahkan perilaku.
- Hasil Pembelajaran adalah kemampuan
siswa yang diperoleh setelah melakukan kegiatan belajar dan mendapatkan
pengalaman belajar.
- Hipotesis Penelitian bertujuan untuk mengkaji lima hipotesis primer terkait hubungan antara variabel-variabel berikut :
- Hipotesis 1 (H1): Hubungan antara Model Pembelajaran (X1) dan Hasil Pembelajaran (Y1).
- Hipotesis 2 (H2): Hubungan antara Motivasi (X2) dan Hasil Belajar (Y1).
- Hipotesis 3 (H3): Hubungan antara MBKM Formulir (X3) dan Hasil Pembelajaran (Y1).
- Hipotesis 4 (H4): Hubungan antara Model Pembelajaran (X1) dan Motivasi (X2).
- Hipotesis 5 (H5): Hubungan antara Bentuk MBKM (X3) dan Motivasi (X2).
Penelitian ini diakhiri dengan beberapa temuan yang signifikan, diantaranya :
- Pertama, telah ditetapkan bahwa Model Pembelajaran memberikan dampak yang cukup besar pada hasil belajar siswa, dengan pendekatan pengajaran yang inovatif dan interaktif meningkatkan kedalaman pemahaman dan kualitas pembelajaran.
- Kedua, motivasi siswa telah diidentifikasi sebagai faktor penting yang mempengaruhi hasil belajar, di mana tingkat motivasi yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan prestasi akademik.
- Ketiga, penerapan bentuk emansipasi pembelajaran (MBKM) secara signifikan berpengaruh pada hasil belajar, memperkaya proses pembelajaran melalui kesempatan pengalaman. Selain itu, hubungan yang kuat dicatat antara model pembelajaran dan motivasi siswa, dengan model yang dinamis dan menarik meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar.
- Terakhir, studi ini menemukan bahwa bentuk MBKM secara signifikan berdampak pada motivasi siswa, dengan keragaman dan fleksibilitasnya berkontribusi positif pada motivasi belajar, terutama melalui pengalaman kehidupan nyata dan aplikasi praktis.
Berdasarkan
temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut yang
menggabungkan variabel dan indikator tambahan yang tidak tercakup dalam
penelitian ini untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran dan motivasi siswa. Karena
penelitian ini hanya dilakukan di satu perguruan tinggi negeri di Indonesia,
penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan peserta yang lebih luas dari
berbagai jenjang pendidikan dan berbagai daerah, sehingga akan ada fakta dan
realitas penerapan pembelajaran hybrid dan program pembelajaran yang dibebaskan
ini. Selain itu, tindakan tindak lanjut sangat penting mengingat pergeseran
metode pembelajaran siswa yang diamati dari pra-pandemi ke situasi pandemi yang
sedang berlangsung. Tindakan ini harus memenuhi kebutuhan dan preferensi
pendidikan siswa yang terus berkembang dalam lingkungan belajar campuran dan
hibrida.
